Bio-e

Bio-e
Klinik Alergi Bio-Resonansi

Senin, 01 Oktober 2012

Testimonial


Keluhan anak saya batuk dan pilek selama 1 tahun, intensnya pada malam hari sekitar jam 22.00, ada bercak-bercak merah dipunggung, sering minum transfulmin. Dideteksi dengan biotensor ternyata mengalami alergi dengan 11 alergen (debu mix, tungau mix, bulu angsa, serbuk sari padi, kopi, teh, kakap, ikan tongkol, bulu ayam, dingin).

Setelah menjalankan terapi selama 2 bulan sebanyak 9 kali terapi. Terapi di BIO-E menyenangkan, susternya baik-baik, dokternya juga. Setelah menjalankan terapi kondisi anak saya berangsur-angsur pulih dan sekarang sudah sembuh. (Dirga-Jakarta Timur) sumber: www.bio-e.net

Indikasi



Bicom Bioresonance digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, misalnya manifestasi alergi seperti eksim, batuk pilek berkepanjangan, gangguan pencernaan, dan asma. Selain itu, pendekatan ini juga berguna untuk mengatasi rasa nyeri, penyakit auto-immune, serta menangani gangguan pada anak-anak berkebutuhan khusus. Secara umum ada 400 indikasi yang dapat ditangani oleh terapi Bicom Bioresonance.

Mekanisme Terapi


Prinsip dari terapi ini adalah memperbaiki komunikasi antar sel, supaya tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya:

  • Mengembalikan frekwensi komunikasi antar sel yang tidak sinkron menjadi re-sinkronisasi.
  • Eliminasi gelombang elektromagnetik/geopati yang dapat menganggu komunikasi antar sel.
  • Menghilangkan hambatan energi yang terjadi akibat bekas luka/ trauma, infeksi kronis, gangguan metabolisme, dan berbagai macam kondisi tidak normal (patologis) dalam tubuh.
  • Inversi gelombang yang disebabkan oleh benda asing yang mengacaukan komunikasi antar sel.

Deteksi & Terapi





Tubuh manusia mempunyai satu (1) spektrum gelombang individual yang normal serta dapat dideteksi. Adanya informasi gelombang lain, seperti misalnya benda asing, gelombang elektromagnetik/geopati, logam/kimia, bekas luka/trauma, atau bahkan makanan yang sehari-hari kita konsumsi, dapat mengganggu pola normal tubuh, sehingga menimbulkan gangguan pada komunikasi antar sel tubuh.

Gangguan ini seringkali dapat menimbulkan gejala klinis seperti alergi, migraine, nyeri pada tubuh, kelelahan yang berkepanjangan, gangguan pola tidur, bahkan hiperaktifitas pada anak-anak. Secara keseluruhan, ada sekitar 400 indikasi yang dapat ditangani oleh pendekatan terapi Bicom Bioresonance.

Prosedur Terapi sebagai berikut:


1. Informasi

Pasien akan menerima informasi mengenai terapi Bicom Bioresonace, bagaimana cara kerjanya, apa yang akan dilakukan selama sessi terapi, serta diskusi lebih lanjut dengan dokter atau staf ahli yang ada di setiap Bio E Therapy Center.

2. Identifikasi/Deteksi

Setelah pasien setuju untuk menjalani prosedur terapi ini (dengan menandatangani persetujuan deteksi dan terapi), dokter akan melakukan deteksi terhadap masalah dan keluhan pasien. Deteksi ini adalah salah satu cara untuk mengidentifikasi sumber masalah dari keluhan/penyakit pasien.



3. Terapi



Setelah identifikasi, pasien akan menjalani proses terapi. Sessi terapi berbeda-beda setiap individu, tergantung dari keluhan dan hasil identifikasinya.

Klinik Bio-Resonansi-RS Meilia Cibubur

Teknik Bio-E adalah metoda penanganan pasien yang dilakukan dengan menggunakan metode Bicom Bioresonance yang merupakan salah satu pendekatan terapi biofisika. Dalam ilmu biofisika, setiap substansi terdiri dari energi dan memancarkan energi, termasuk juga tubuh manusia. Energi yang dipancarkan ini berbentuk gelombang dan mempunyai panjang gelombang yang berbeda serta spesifik.

Rabu, 06 Juni 2012

Konsultasi Alergi

PERTANYAAN:
Salam sejahtera Dok. Saya seorang perempuan umur 49 thn. Saya mempunyaikeluahan antara lain, mata gatal, kalau bersin selalu berlanjutbeberapa kali baru berhenti, dan kalau kena angin sedikit sajaterbatuk. Saya sudah minum obat batuk dengan jenis tertentu. Jenisobat ini memang manjur, tapi selang 2-3 hari setelah itu, penyakititu kambuh lagi. Hal ini sudah berlanjut 4 tahun. Dokter tolong saya,bagaimana solusinya. Terima kasih atas bantuannya. (Hany,49 tahun, Bekasi)

JAWABAN:

Salam sejahtera juga buat ibu disana.

Berdasarkan gejala yang ibu ceritakan, istilah kedokteran penyakit ibu ini disebut Rinitis Alergi atau secara awam bisa disebut alergi hidung. Penting untuk diketahui alergi merupakan suatu reaksi mekanisme sistem imun yang menyimpang/ berlebihan dari tubuh seseorang terhadap zat yang menimbulkan reaksi alergi/ alergen. Tidak demikian halnya dengan orang yang tidak memiliki alergi, alergen tersebut tidak memiliki pengaruh yang bermakna.

Alergen dapat masuk kedalam tubuh melalui saluran nafas (inhalan), salurancerna (ingestan), suntikan (injektan) atau menempel pada kulit (kontaktan).

Contoh dari masing-masing alergen tersebut antara lain:
*Alergen inhalan: tungau debu rumah, serpihan kulit dan bulu kucing/ anjing, kecoak, spora/ jamur.
*Alergen ingestan: susu, telur, kacang, ikan laut dan obat oral.
*Alergen kontaktan: kosmetik dan logam (perhiasan, jam tangan).

Alergi juga dapat dicetuskan oleh stres fisik dan psikis. Gejala-gejala rinitis alergi yang umum berupa bersin lebih dari 5 kali setiap serangan, keluar ingus encer yang banyak,  hidung tersumbat, hidung dan mata gatal, disertai dengan lakrimasi (banyak air mata keluar). Gejala ini dirasakan terutama saat pagi, malam hari atau cuaca dingin.

Jenisalergi banyak macamnya. Alergi yang terkait dengan pernafasan merupakan alergi yang paling umum dijumpai seperti asthma (bengek)dan rinitis (pilek menahun). Jenis alergi lain yang terkait dengan kulit seperti urtikaria/ biduran/ kaligata, selain itu mata bengkak dan berair, tenggorokan dan telinga bagian dalam gatal, juga merupakan gejala alergi.

Di Indonesia, gejala alergi pada hidung ini umumnya terjadi sepanjanghari/tahun/musim, berbeda untuk di luar negeri karena ada beberapa musim. Penyebab/pencetus yang umum terjadi pada hidung yaitu debu rumah, tungau, kecoa, udara dingin, bau-bauan, jamur (tempat lembab),asap, bulu-bulu binatang (kucing, anjing, burung).

Rinitis alergi tidak bisa dianggap remeh, karena komplikasinya dapat berupa Asma Bronkial, dimana terdapat kerusakan epitel saluran pernafasanakibat reaksi peradangan yang berkepanjangan.
Berdasarkan sifat berlangsungnya dibagi menjadi :

1.Intermiten (kadang-kadang) : bila gejala kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4 minggu.
2.Persisten/menetap bila gejala lebih dari 4 hari/minggu dan atau lebih dari 4 minggu

Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit, rinitis alergi dibagi menjadi:

1.Ringan, bila tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktifitas harian, bersantai, berolahraga, belajar, bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu
2.Sedang atau berat bila terdapat satu atau lebih dari gangguan tersebut diatas.

Pengobatan alergi dapat dilakukan dengan berbagai pilihan farmakoterapi yang memperhitungkan keamanan, efektifitas dan kemudahan dalam pemberiannya, diantaranya:

a)Terapi Simtomatis.
Obat-obat sesuai gejala seperti antialergi, pengencer lendir/ekspektoran, kortikosteroid dalam bentuk semprot hidung maupun peroral.
b)Imunoterapi.
Digunakan bila rinitis alergi masuk dalam kategori persisten moderate severe atau pengobatan  medika mentosa gagal mengontrol gejala atau menghasilkan efek samping yang tidak dapat dikompromi.
c)Fisioterapi dengan cara menghangatkan daerah hidung.
d)Pembedahan bila diperlukan dan terjadi komplikasi.
Namunyang terpenting adalah menghindari alergen, hidup sehat dengan makan-makanan yang bergizi seimbang, istirahat  yang cukup, serta olahraga teratur.

Ada beberapa tips bagaimana menghindari/ mengurangi debu disekitar kita,yaitu:
*)Hindari ruangan yang sedang dibersihkan, jika terpaksa pakai penutupbuat hidung dan mulut.
*)Kamar harus mempunyai ventilasi yang baik dan cahaya matahari dapatmasuk.
*)Hindari ruangan yang lembab dan berdebu.
*)Kurangi kelembaban udara dengan menggunakan AC.
*)Jangan lupa untuk membersihkan penyaring udara 1 kali seminggu.
*)Hindari boneka berbulu dan simpan dalam plastik.
*)Hindari kasur dan bantal dari kapuk.
*)Lantai sebaiknya tidak memakai karpet, bersihkan dengan penghisapdebu setiap 2 hari sekali.
*)Cucilah bahan alas tempat tidur Anda dengan menggunakan air hangatminimal seminggu sekali.
*)Di kamar tidur jangan terlalu banyak poster/lukisan, rak sepatu,tumpukan buku/majalah/koran.
*)Jangan lupa bersihkan kolong tempat tidur, kursi dan di atas lemarimenggunakan lap basah.
*)Supaya debu tidak berterbangan saat dibersihkan, gunakan lap basahatau penghisap debu.
*)Perabotan di ruang keluarga dan di kamar, sebaiknya yang mudahdibersihkan, tidak berukir.
*)Jangan memelihara atau hindari binatang peliharaan.
*)Jangan merokok dan hindari asap rokok.

Jenis obat batuk yang ibu minum bekerja menekan batuk, padahal pada kasus rinitis alergi dengan banyak lendir/dahak harus dikeluarkan tidakboleh ditekan, karena dapat membuat lendir menumpuk dan menjadi mudah terinfeksi kuman. Mengingat gejala yang ibu alami hampir tiap hari,rinitis alergi ibu masuk kategori persisten sedang-berat. Sebaiknya ibu berobat ke dokter THT untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai keluhan alerginya. Biasanya dokter akan melakukan serangkaian test alergi. Dan memilihkan terapi yang tepat untuk kasus ibu. Semoga bermanfaat.
Salam sehat. (SB)
drSelfiyanti Bimantara, SpTHT-KL, MKes