Bio-e

Bio-e
Klinik Alergi Bio-Resonansi

Rabu, 06 Juni 2012

Konsultasi Alergi

PERTANYAAN:
Salam sejahtera Dok. Saya seorang perempuan umur 49 thn. Saya mempunyaikeluahan antara lain, mata gatal, kalau bersin selalu berlanjutbeberapa kali baru berhenti, dan kalau kena angin sedikit sajaterbatuk. Saya sudah minum obat batuk dengan jenis tertentu. Jenisobat ini memang manjur, tapi selang 2-3 hari setelah itu, penyakititu kambuh lagi. Hal ini sudah berlanjut 4 tahun. Dokter tolong saya,bagaimana solusinya. Terima kasih atas bantuannya. (Hany,49 tahun, Bekasi)

JAWABAN:

Salam sejahtera juga buat ibu disana.

Berdasarkan gejala yang ibu ceritakan, istilah kedokteran penyakit ibu ini disebut Rinitis Alergi atau secara awam bisa disebut alergi hidung. Penting untuk diketahui alergi merupakan suatu reaksi mekanisme sistem imun yang menyimpang/ berlebihan dari tubuh seseorang terhadap zat yang menimbulkan reaksi alergi/ alergen. Tidak demikian halnya dengan orang yang tidak memiliki alergi, alergen tersebut tidak memiliki pengaruh yang bermakna.

Alergen dapat masuk kedalam tubuh melalui saluran nafas (inhalan), salurancerna (ingestan), suntikan (injektan) atau menempel pada kulit (kontaktan).

Contoh dari masing-masing alergen tersebut antara lain:
*Alergen inhalan: tungau debu rumah, serpihan kulit dan bulu kucing/ anjing, kecoak, spora/ jamur.
*Alergen ingestan: susu, telur, kacang, ikan laut dan obat oral.
*Alergen kontaktan: kosmetik dan logam (perhiasan, jam tangan).

Alergi juga dapat dicetuskan oleh stres fisik dan psikis. Gejala-gejala rinitis alergi yang umum berupa bersin lebih dari 5 kali setiap serangan, keluar ingus encer yang banyak,  hidung tersumbat, hidung dan mata gatal, disertai dengan lakrimasi (banyak air mata keluar). Gejala ini dirasakan terutama saat pagi, malam hari atau cuaca dingin.

Jenisalergi banyak macamnya. Alergi yang terkait dengan pernafasan merupakan alergi yang paling umum dijumpai seperti asthma (bengek)dan rinitis (pilek menahun). Jenis alergi lain yang terkait dengan kulit seperti urtikaria/ biduran/ kaligata, selain itu mata bengkak dan berair, tenggorokan dan telinga bagian dalam gatal, juga merupakan gejala alergi.

Di Indonesia, gejala alergi pada hidung ini umumnya terjadi sepanjanghari/tahun/musim, berbeda untuk di luar negeri karena ada beberapa musim. Penyebab/pencetus yang umum terjadi pada hidung yaitu debu rumah, tungau, kecoa, udara dingin, bau-bauan, jamur (tempat lembab),asap, bulu-bulu binatang (kucing, anjing, burung).

Rinitis alergi tidak bisa dianggap remeh, karena komplikasinya dapat berupa Asma Bronkial, dimana terdapat kerusakan epitel saluran pernafasanakibat reaksi peradangan yang berkepanjangan.
Berdasarkan sifat berlangsungnya dibagi menjadi :

1.Intermiten (kadang-kadang) : bila gejala kurang dari 4 hari/minggu atau kurang dari 4 minggu.
2.Persisten/menetap bila gejala lebih dari 4 hari/minggu dan atau lebih dari 4 minggu

Sedangkan untuk tingkat berat ringannya penyakit, rinitis alergi dibagi menjadi:

1.Ringan, bila tidak ditemukan gangguan tidur, gangguan aktifitas harian, bersantai, berolahraga, belajar, bekerja dan hal-hal lain yang mengganggu
2.Sedang atau berat bila terdapat satu atau lebih dari gangguan tersebut diatas.

Pengobatan alergi dapat dilakukan dengan berbagai pilihan farmakoterapi yang memperhitungkan keamanan, efektifitas dan kemudahan dalam pemberiannya, diantaranya:

a)Terapi Simtomatis.
Obat-obat sesuai gejala seperti antialergi, pengencer lendir/ekspektoran, kortikosteroid dalam bentuk semprot hidung maupun peroral.
b)Imunoterapi.
Digunakan bila rinitis alergi masuk dalam kategori persisten moderate severe atau pengobatan  medika mentosa gagal mengontrol gejala atau menghasilkan efek samping yang tidak dapat dikompromi.
c)Fisioterapi dengan cara menghangatkan daerah hidung.
d)Pembedahan bila diperlukan dan terjadi komplikasi.
Namunyang terpenting adalah menghindari alergen, hidup sehat dengan makan-makanan yang bergizi seimbang, istirahat  yang cukup, serta olahraga teratur.

Ada beberapa tips bagaimana menghindari/ mengurangi debu disekitar kita,yaitu:
*)Hindari ruangan yang sedang dibersihkan, jika terpaksa pakai penutupbuat hidung dan mulut.
*)Kamar harus mempunyai ventilasi yang baik dan cahaya matahari dapatmasuk.
*)Hindari ruangan yang lembab dan berdebu.
*)Kurangi kelembaban udara dengan menggunakan AC.
*)Jangan lupa untuk membersihkan penyaring udara 1 kali seminggu.
*)Hindari boneka berbulu dan simpan dalam plastik.
*)Hindari kasur dan bantal dari kapuk.
*)Lantai sebaiknya tidak memakai karpet, bersihkan dengan penghisapdebu setiap 2 hari sekali.
*)Cucilah bahan alas tempat tidur Anda dengan menggunakan air hangatminimal seminggu sekali.
*)Di kamar tidur jangan terlalu banyak poster/lukisan, rak sepatu,tumpukan buku/majalah/koran.
*)Jangan lupa bersihkan kolong tempat tidur, kursi dan di atas lemarimenggunakan lap basah.
*)Supaya debu tidak berterbangan saat dibersihkan, gunakan lap basahatau penghisap debu.
*)Perabotan di ruang keluarga dan di kamar, sebaiknya yang mudahdibersihkan, tidak berukir.
*)Jangan memelihara atau hindari binatang peliharaan.
*)Jangan merokok dan hindari asap rokok.

Jenis obat batuk yang ibu minum bekerja menekan batuk, padahal pada kasus rinitis alergi dengan banyak lendir/dahak harus dikeluarkan tidakboleh ditekan, karena dapat membuat lendir menumpuk dan menjadi mudah terinfeksi kuman. Mengingat gejala yang ibu alami hampir tiap hari,rinitis alergi ibu masuk kategori persisten sedang-berat. Sebaiknya ibu berobat ke dokter THT untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai keluhan alerginya. Biasanya dokter akan melakukan serangkaian test alergi. Dan memilihkan terapi yang tepat untuk kasus ibu. Semoga bermanfaat.
Salam sehat. (SB)
drSelfiyanti Bimantara, SpTHT-KL, MKes